RSS

Buku Seri Mengenal Al Qur'an dan Al Hadist (new book)

Cover Buku Seri Mengenal Al Qur’an dan Al Hadis


IMG-20130417-00533 IMG-20130417-00532
IMG-20130417-00531  


IMG-20130417-00529 
Contoh isi dalam buku Seri Mengenal Al Qur’an dan Al hadis
  • Judul Buku “Seri Mengenal Al Qur’an dan Al Hadis”
  • 1 set @ 2 Jilid.
  • Jilid 1 ; Serba-serbi Al Qur’an, isi buku tentang Mukjizat Al Qur’an, Serba-serbi Al Qur’an, Kisah dalam Al Qur’an, dan Sejarah Al Qur’an.
  • Jilid 2 : serba-serbi Al hadis, isi buku tentang Yuk,  Laksanakan Hadis, Serba-serbi Hadis, Kisah dalam Hadis dan sejarah Hadis.
  • Semua Jilid dilengkapi dengan Kuis dan Komik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Buku Kisah Para Sahabat Nabi

  • Buku ini berkisah tentang kehidupan generasi terbaik umat Islam.
  • The history of the world is the biography of great men, jadi sejarah Islam adalah rangkaian biografi orang-orang besarnya.
  • Muncul untuk mengatasi krisis idola
  • Sabda Rasullullah Saw yang diriwayatkan oleh Al Baihaqi dan Ad Dailami : “Para sahabatku bagaikan bintang-bintang siapapun diantara mereka yang kamu ikuti niscaya kamu akan mendapatkan petunjuk.”
  • Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud : “Barang siapa yang mencari ikutan, hendaklah ia menjadikan para sahabat Rasullullah Saw sebagai teladan.
Pembagian Buku:
a. Buku Anak 7-14 tahun.
  1. Kisah Rasulullah
  2. Kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq
  3. Kisah Umar bin Khattab
  4. Kisah Usman bin Affan
  5. Kisah Ali bin Abi Thalib
  6. Kisah Para Sahabat Wanita
  7. Kisah Para Sahabat Utama 1
  8. Kisah Para Sahabat Utama 2
  9. Kisah Para Sahabat Utama 3
  10. Kisah Para Sahabat Utama 4
  11. Kisah Para Sahabat Utama 5
  12. Kisah Tabi’in
b. Buku untuk Balita : Judul buku ; Aku Cinta Rasul dan Para Sahabat
c. Buku untuk Orang Tua : Judul buku ; Serba-serbi Para Sahabat Nabi
Beberapa keunggulan lain dari buku KIPAS NABI yaitu; Belum ada yang lain, Dilengkapi komik, Memiliki 5 desain isi yang berbeda, Dikerjakan oleh 5 tim ilustrator terbaik, Ditulis oleh penulis yang telah memiliki track, Disampaikan dengan gaya bercerita, Memuat lebih dari kisah 237 sahabat pilihan  Termasuk 40 sahabat wanita, Ditambah kisah kehidupan 32 Tabi’in baik laki-laki dan wanita, Bukan sekadar kisah, tetapi ditujukan untuk memotivasi prestas
Spesifikasi Buku; Ukuran 30,5 x 30,5 cm (lebar x tinggi), 68 halaman isi: 64 hal. utama, 1 cover dalam, 1 hal. Prancis, 1 hal. daftar isi,  1 hal. indeks, Kertas AP 150 dan Karton.
Buku ini mengadopsi 8 tipe kecerdasan Howard Gardner yaitu; Kecerdasan Matematis, Kecerdasan Visual, Kecerdasan Linguistik, Kecerdasan Musikal, Kecerdasan Kinestetis, Kecerdasan Ekstra Personal, Kecerdasan Intra Personal, Kecerdasan Natural.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Buku Asmaul Husna



Bercerita tentang bagaimana nilai sebuah Asmaul Husna dalam kehidupan sehari-hari. Di kemas dalam bentuk cerita dan komik. Sebagian besar melibatkan tokoh-tokoh fabel karena anak-anak balita sangat menyukai hewan-hewan dalam setiap kisah yang diceritakan. Rubrik terdiri dari 1 halaman penuh, dilengkapi dengan ilustrasi menarik dan ekspresif.
  • Buku Asmaul Husna terdiri dari 5 jilid, yang disetiap jilid terdapat 20 Asmaul husna.
  • Spesifikasi Fisik ;
    • Ukuran : 24,5 x 26,5 cm
    • Jumlah jilid : 5
    • Jumlah halaman isi perjilid : 44
    • Jumlah total halaman isi : 220 Halaman.
    • Keunggulan Buku:
      • Dilengkapi komik menarik, penuh ekspresi dan mudah dipahami.
      • Dilengkapai dengan cerita yang menggambarkan bagaimana menerapkan akhlak Asmaul Husna dalam prilaku sehari-hari. Cerita-cerita ini mengandung rangsang imajinasi yang tinggi karena memakai tokoh-tokoh fabel.
      • Terdapat game-game yang disajikan bertujuan merangsang kecerdasan Visual, kecerdasan Matematis, dan melatih logika sederhana.
      • Setiap cerita bergambar atau komik memuat Natural Sains dan Sejarah Para Nabi.
      • Seluruh ilustrasi isi dibuat dengan gaya animasi yang dinamis dan Full Color Picture.



      OPEN YOUR BOOK, OPEN YOUR MIND

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belajar di Sekolah saja Tidak Cukup

Saat ini banyak para orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak pada  pihak sekolah. Selain karena kesibukan pekerjaan, mereka juga berpendapat telah  memilihkan sekolah yang terbaik untuk si buah hati. Sehingga, tidak perlu lagi  membebani anak dengan kegiatan pendidikan di rumah. Padahal, ada beberapa alasan  mengapa menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak pada sekolah adalah kurang bijaksana.
            Alasan pertama adalah fakta bahwa anak-anak melewatkan waktu di rumah lebih dari dua kali lipat banyaknya dibanding di sekolah. Dalam setahun rata-rata anak menghabiskan waktunya selama 1.505 jam di sekolah. Bandingkan dengan 3.605 jam yang dihabiskannya dirumah. Tergambar betapa tidak adilnya kita jika membebankan beban pendidikan seluruhnya pada pihak sekolah. Lagipula, hanya sedikit waktu yang diterima oleh anak dalam bentuk perhatian individual selama di sekolah. Disisi lain terbayang betapa banyaknya  waktu yang terbuang di rumah.
Alasan kedua adalah kecenderungan sekolah untuk fokus pada kecerdasan linguistik dan matematis. Padahal, Howard Gardner, akademisi dari Universitas Harvard,  mencatat setidaknya ada 7 tipe kecerdasan yang perlu dikembangkan pada anak, yaitu : linguistik (menulis, orasi, dsb), matematis/logis, musikal, visual/spasial (melukis, merancang bangun, dsb), kinestetik (gerak tubuh), inter personal (berhubungan dengan orang lain), dan intra personal (berpuisi, dsb). Jelas harus menjadi  inisiatif orang tua di rumah untuk melengkapi kecerdasan-kecerdasan yang tidak dikembangkan di sekolah.
Alasan ketiga adalah anak-anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan untuk sukses, namun juga serangkaian keterampilan dan pegangan nilai-nilai. Keterampilan tersebut diantaranya keterampilan kerja, keterampilan analitis, dan keterampilan sosial. Sedangkan nilai-nilai yang perlu dikembangkan pada anak misalnya integritas, kejujuran, toleransi dan sebagainya. Keterampilan dan nilai-nilai tersebut seringkali tidak dapat diajarkan lewat pendekatan formal di sekolah.
Namun, orang tua tidak perlu resah dan merasa terbebani. Pada dasarnya anak dapat belajar lebih efektif dilingkungan rumah yang santai dan tidak formal. Yang dibutuhkan selanjutnya adalah media dan alat belajar yang dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif di rumah, sekaligus memfasilitasi kebutuhan belajar anak secara lengkap baik aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan (skills), maupun nilai-nilai (values).
Written by Tiga Raksa - Educational Technology

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengawali Masa Emas Perkembangan Otak si Kecil


Tahukah Anda bahwa tiga tahun pertama sejak lahir merupakan periode dimana miliaran sel Glial terus bertambah untuk memupuk neuron. Sel-sel syaraf ini dapat membentuk ribuan sambungan antar neuron disebut dendrite berbentuk mirip sarang laba-laba dan axon yang berbentuk memanjang. Sebagai catatan, anak-anak kita dilahirkan dengan 10 miliar neuron (sel syaraf) di otaknya. [dikutip dari website DepKes RI: www.depkes .co.id/bayi/otak]
Bukan tentang jumlah neuron dalam kepala si kecil yang ingin kami garis bawahi, namun tentang fakta bahwa tiga tahun pertama perkembangan si kecil merupakan masa-masa emas dalam pembentukan otak cerdasnya. Karena otak, tumbuh dengan sangat pesat dan akan mencapai 70-80% pada 3 TAHUN PERTAMA kehidupan si kecil. Memberi rangsangan secaa tepat pada otak si kecil pada masa tersebut akan membantu si kecil mempertahankan sambungan neuron yang telah terbentuk saat proses eliminasi terjadi diusia 11 tahun.
Meski demikian, para orang tua tidak dapat secara sembarangan memberikan rangsangan dimasa tiga tahun pertama tersebut, karena mereka menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium, dirasa dan disentuh dari lingkungan mereka. “Kemampuan otak merena untuk memilah atau menyaring pengalaman rasa tidak menyenangkan dan berbahaya belum berkembang.” papar dr. Susan, salah seorang nara sumber untuk website Departemen Kesehatan RI.
Hal inilah yang mendasari PT. Tigaraksa Satria dalam memenuhi kebutuhan akan pendidikan, dimana program tersebut telah dirancang khusus menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan si kecil. Program ini misalnya tidak memberikan beban pada si kecil untuk belajar. Namun lewat interaksi yang menyenangkan antara orang tua dan anak, dengan menggunakan kartu-kartu belajar yang menarik, anak-anak secara tanpa sadar belajar dengan gembira layaknya bermain dan orang tua dapat memastikan tiga tahun ke-emasan si kecil dapat mengantarkannya pada kesuksesan emas di masa depan.
Written by Tiga Raksa Satria - Educational Technology

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS